Penuhi Kebutuhan Anda Melalui Kami

Untuk Pemesanan Silahkan Hubungi Nomer di Atas, Terjamin dan Terpercaya Sepenuhnya..

Motivasi

Akan kupersembahkan kebahagiaan buat mereka keluarga ku

Motto Hidup

Setiap saku ku pasti ada uang mu

We Are Young

Dengan berkomunikasi dan menguasai bahasa maka dunia akan kami taklukan

Faiqotul Chasna

Terimakasih support yang telah kamu berikan sejauh ini

Tuesday, July 25, 2017

Kebakaran, Hanguskan 4 Speed di Pelabuhan Sukadana




Sukadana, conna21.blogspot.com - Sebanyak 4 speed terbakar di Pelabuhan Sukadana, KKU, Kalimantan Barat, pada Selasa (25/7/17) malam.

Speed yang terbakar menurut saksi yakni, Kayong 2, Pariwisata dan 2 speed dari kecamatan Pelapis. 

"Kronologinya Habis sholat isya' ABK mengisi bahan bakar, kemudian mendengar ada bunyi letupan di belakang dari Kayong 2, ABK kemudian mengejar lalu mematikan mesin Genset. Genset dimatikan dengan busa tapi api sudah didalam, disekitar Genset dan sampai depan. Api sudah menyala dan hitungan detik api membesar membakar keseluruhan badan speed". 

"Peristiwa kebakaran tersebut, posisi 2 speed dari kecamatan Pelapis, kemudian disebelahnya Kayong 2. Disebelah kayong 2 ada Pariwisata, dan disebalah Pariwisata Kayong 1.  Disamping Kayong 1 ada DKP

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, perkiraan kerugian juga belum bisa diperkirakan ungkap, Usmandi Abk Speed / Pekerja di Dinas Perhubungan. 

Sementara proses pemadaman melibatkan 2 unit mobil pemadam kebakaran, karena banyaknya warga yang berkumpul membuat sulit pemadaman. Sehingga petugas keamanan membantu untuk menertibkan di TKP.

Keadaan lalu lintas tidak stabil dan pemadaman listrik sementara juga dilakukan guna mengantisipasi adanya konsleting karena terbakarnya kabel yang ada di area kebakaran. 
(TM)


  

Tuesday, June 20, 2017

Public Relations Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang




Public Relations atau humas umumnya menjadi salah satu konsentrasi juruan bidang Ilmu Komunikasi. Menjadi prioritas yang membanggakan bagi kami anak konsentrasi Public Relations dengan skema yang berbeda dengan konsentrasi lainnya. Bukan persoalan membanggakan atau menjelakan yang lain, akan tetapi akan berbagi dengan teman-teman yang membutuhkan referensi.

Baik, kami akan berbagi seputar kreativitas dan aktivitas yang sering kami lakukan dengan spenuh hati tanpa kebohogan belaka. Berikut beberapa pengalaman, dan juga aktivitas yang kami sajikan.

1. Belajar Bersma sudah Soal Biasa
Dengan materi dan juga dunia kerja yang akan kami hadapi kami selalu meluangkan waktu untuk belajar bersama. Memberikan masukan sebagai evaluasi dan juga kontribusi untuk mengembangkan dan menambah wawasan luas kami di dalam instansi, lembaga, perusahaan maupun pemerintahan.

2. Membuat Event atau Kegiatan 
Tidak pernah luput dari tugas dan fungsi Public Relations dalam peran dan fungsinya, demi menerapkan teori kami selalu berusaha mengkonsep event dibidang yang berkaitan. Semua kami lakukan dengan team agar kami terlatih dan terbiasa dengan kegiatan semacam ini.

3. Menggandeng Media Partner
Hal ini sudah tidak lagi asing bagi kami anak Public Relations menggandeng sebuah media sebagai patner adalah hal utama. Demikian kami lakukan untuk sebuah pendukung dalam kinerja kami nantinya yang paten.

Tiga hal itu adalah gambaran umum yang kami belum spesifikan, semoga kami dapat menulis dilain waktu untuk referensi teman-teman yang minat di konsentrasi ini. Intinya semua bidang ilmu penting tergantung kebutuhan kita, dan di dunia public relations ini sangat menarik karena hubungan nya dengan media, masyarakat umum dan juga para takeholder. 

Kalau kita tidak terbiasa dengan hal itu, sangat akan membuat merinding karena keterbatasan ilmu kita. Namun akan membuat kita agak tegap saat klita menguasainya untuk menghadai para halayak yang ada di depan mata kita.
CP. 085784728203
Terimakasih semoga menjadi referensi yang dapat digunakan dengan sebaik-baiknya..

Merantau? Coba Tips Bijak Ini yang Akan Membuat Kamu Betah


Kehidupan tidak pernah luput dengan berbagai pilihan, salahsatunya adalah pilihan untuk merantau. Merantau dengan arti luas dapat diartikan pergi ke daerah lain dengan tujuan untuk merubah nilai kehidupan yang sebelumnya menjadi lebih baik. Dalam arti sempit merantau adalah proses yang sangat sakral yang harus dilalui oleh para pejuang hebat demi ilmu, rejeki, keluarga dan lain sebagainya. 

Merantau tidak sekedar pergi lantas pulang dengan sesuka hati, merantau adalah proses menghargai diri sendiri untuk menerima budaya baru. Menghargai budaya lain dengan mengorbankan idealisme pribadi, itulah merantau yang tidak bisa dianggap enteng dalam kondisi apapun.

Merantau sebagian orang menganggap hal yang menakutkan, karena dengan kondisi baru mereka takut melawan arus dan pada akhirnya menyerah dengan keadaan. Namun sebagian bertahan walaupun arus deras menghantam semua dilakukan untuk masa depan yang ingin dicapai.

Bicara merantau, sebaiknya memperhatikan beberapa hal untuk keselamatan, untuk membuat diri sendiri dan keluarga nyaman, untuk memperbaiki kualitas diri, untuk tetap lebih bersyukur. untuk itu simak tips dan trik bijak merantau dinegeri orang, berikut kami sajikan 5 tips dan trik bijak merantau.

1. JUJUR DALAM KONDISI APAPUN, SEKALIPUN TERDESAK
Benar terkadang dengan kondisi kita yang terdesak membuat kita memutuskan untuk melakukan hal yang tidak benar. Dengan tujuan untuk tetap bertahan hidup, dan mengorbankan ketidakjujuran kita dalam kerugian orang lain. Sebaiknya sekalipun kita terdesak dengan keadaan ditanah rantau tetap jujur, dan yakin pasti ada jalan keluar yang tepat.

2. MENOLONG SESAMA, MESKIPUN KITA JUGA TERBATAS
Bukan alasan dengan keterbatasan kita diperantauan lantas kita tidak menolong seama yang membutuhkan. Menolong tidak harus materi akan tetapi moril juga tetap bisa kita lakukan. Percayalah keadilan pasti ada, dimanapun, kapanpun dan siapapun yang kita tolong pasti Tuhan menyisihkan balasan yang baik untuk kita.

3. JANGAN INDIVIDUALISME, TETAPLAH BERSOSIAL
Memang sudah kodratnya kita menjadi makhluk sosial, untuk itu tetap bijak jangan merasa bisa sendiri dengan kecukupan yang ada. Pastikan tetap besosial demi mempertahankan talisilaturahmi sesama manusia. Ini sangat penting karena dengan bersosial jaringan yang akan kita dapat akan baik dan kokoh.

4. TETAP HARGAI BUDAYA KITA, TAPI JUNJUNG BUDAYA MEREKA
Maksudnya adalah meskipun kita memiliki budaya yang kental, namun ketika kita merantau berusahalah untuk menghargai dan menjunjung tinggi bumi yang kita pijak. Hal ini bukan didasar atas perintah atau aturan, namun inilah kenyataan yang harus kita terima. Namun, jangan sesekali juga melupakan budaya tercinta kita. 

5. MEMILIH TEMAN, KERABAT YANG TEPAT
Poin ini juga penting, mengingat kita hidup selain dukungan orang tua adalah teman kerabat kita. Untuk itu bijaklah dalam memilih teman demi keberhasilan yang akan kita capai. Bukan persoalan berteman jangan milih-milih namun hal ini untuk kenyamanan dan keamanan kita. 

Beberapa poin diatas yang mungkin bermanfaat untuk kita, sebaiknya kita terapkan ketika kita hidup ditanah rantau, dinegeri orang dan dinegara orang. Selagi kita masih memperhatikan nilai-nilai maka kita akan selamat dengan kondisi yang kita harapkan. Salam untuk para perantau, semoga berkah dan sukses selalu dalam lindunganNya.

Monday, December 5, 2016

Makalah Stereotip Suku Jawa Terpopuler


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang
Dalam kehidupan, setiap orang tidak bisa tidak berkomunikasi. Banyak yang berpikir bahwa berkomunikasi adalah hal yang mudah. Sehingga saat komunikasi kemudian dijadikan sebuah cabang ilmu, yaitu Ilmu Komunikasi. Maka sebagian orang akan menganggap sepele cabang ilmu ini. Padahal sesungguhnya Ilmu Komunikasi tidak sedangkal itu. Ilmu komunikasi bersifat multi disiplin dan sangat kompleks. Ilmu komunikasi merupakan ilmu yang mengaitkan banyak ilmu di dalamnya.

Komunikasi merupakan hal yang tidak bisa luput dari kehidupan kita. Komunikasi sangat dekat dengan kita, manusia. Seperti halnya komunikasi, filsafat juga hal yang sangat dekat dengan kita. Saat kita mulai mempertanyakan tentang sesuatu, maka sesungguhnya kita telah berfilsafat. Filsafat memang merupakan ilmu tertua yang sekaligus sebagai induknya ilmu pengetahuan.

Sebagai aspek yang berjalan seimbang seringkali memenuhi akan maksud dan tujuan seperti halnya etika dalam filsafat komunikasi itu sendiri. Kaitannya komunikasi dengan stereotip adalah dalam kehidupan bermasyarakat sering dijumpai kelompok – kelompok sosial yang tidak dipungkiri banyak terjadi pertentangan antara anggotanya dalam saling memenuhi kebutuhan.

Bagaimana anggota kelompok dapat menerima ketidaksamaan dari kelompok lain dengan segala konsekuensinya. Ketidak sediaan menerima perbedaan orang atau kelompok lain, inilah yang nantinya akan menyebabkan pertentangan antar  individu ataupun kelompok. Dengan berkomunikasi dengan baik dan memperhatikan etika-etika seringkali kita akan aman dalam tahap stereotip terhadap golongan lain.

1.2.    Rumusan Masalah
Untuk mengkaji dan mengulas tentang stereotip dalam etika filsafat komunikasi dan meminimalisir stereotip dalam kehidupan sosial, maka diperlukan pokok-pokok bahasan yang saling berhubungan, sehingga penyusun membuat rumusan masalah sebagai berikut :
1.   Apakah pengertian Etika dan Filsafat Komunikasi ?
2.   Bagaimana hakikat stereotip secara umum?
3.   Bagaimana stereotip dalam suku Jawa?
4.   Bagaimana upaya mengurangi atau meminimalisir stereotip dalam kehidupan sosial??

1.3.  Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, maka tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.     Mengetahui pengertian etika dan filsafat komunikasi secara umum.
2.     Mengetahui bagaimana hakikat stereotip secara khusus.
3.     Mengetahui bagaimana stereotip dalam suku Jawa Tengah.
4.     Mengetahui bagaimana upaya mengurangi atau meminimalisir stereotip dalam kehidupan sosial.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Etika dan Filsafat Komunikasi
Menurut Wiliiam Benton, dalam Encyclopedia Britannica yang terbit tahun 1972, bahwa Etika (berasal dari bahasa Yunani, Ethos yang berarti karakter) adalah studi yang sistematis dari konsep-konsep nilai baik, buruk, harus, benar, salah dan sebagainya atau tentang prinsip-prinsip umum yang membenarkan kita dalam pemaparannya di dalam segala hal, disebut juga filsafat moral (dari kata latin “mores“ yang artinya adat istiadat). Sedangkan menurut Louis O. Kattsoff, etika adalah cabang aksiologi yang pada pokoknya mempersoalkan tentang predikat baik dan buruk (dalam arti susila atau tidal susila).

Filsafat komunikasi merupakan suatu disiplin ilmu yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis, kritis, dan holistik terhadap teori dan proses komunikasi dalam segala dimensinya, yakni bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik, dan metodenya. Dalam ranah dimensi tatanan komunikasi, mencakup komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, dan komunikasi kelompok. Dalam ranah tatanan komunikasi inilah yang biasa kita sebut sebagai kegiatan komunikasi seperti yang diungkapkan sebelumnya. Filsafat komunikasi berkaitan dengan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan pemahaman terhadap komunikasi. Seperti pemikiran Richard Laningan, dalam bukunya Communication Models in Philosophy, Review, and Commentary tentang filsafat komunikasi. 

2.2. Hakikat Stereotip
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, stereotip adalah konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah adalah cara pandangan dan penilaian kepada seseorang terhadap rata-rata orang tersebut digolongkan. Atau singkatnya penilaian orang dari penampilan atau latar belakangnya. Jalan fikiran stereotype diambil untuk menyederhanakan dugaan-dugaan yang rumit dalam pengamatan secara cepat.

Stereotip adalah kepercayaan publik yang diselenggarakan umum tentang kelompok sosial tertentu atau jenis individu. Konsep “stereotipe” dan ” prasangka “sering bingung dengan banyak arti yang berbeda lainnya. Stereotip yang dibakukan dan konsep-konsep yang disederhanakan dari kelompok berdasarkan beberapa asumsi sebelumnya. Dalam kehidupan bermasyarakat, stereotip kerap dijadikan acuan untuk menilai dan memberikan cap terhadap suatu suku atau golongan. Pada dasarnya semua dilakukan dengan adanya konsep atau persepsi masing masing individu untuk mengetahui perbedaan atau kelemahan golongan lain.

Selain itu, hakikat steorotif juga telah meberikan contoh yang konkret mengenai kisah-kisah kehidupan sosio-kultural manusia. Stereotip memiliki dua asumsi untuk dijadikan contoh yang sangat baik bagi kehidupan bermasyarakat di masa sekarang. Kita dapat mengambil hikmah dari dalamnya. Meskipun tidak ada relevansinya dengan kehidupan masyarakat zaman sekarang sekalipun, setidaknya itu dapat dijadikan pelajaran yang berharga, misalnya agar tidak terjadi tragedi yang sama di masa yang akan datang.

2.3. Stereotip Suku Jawa
Pada bagian ini akan diuraikan sebab terjadinya stereotip antar masyarakat berbeda suku khususnya yang terjadi di Indonesia dalam perspektif sosiologi stereotif.

1. Medhok
Di banyak film Indonesia, orang Jawa itu biasanya digambarkan dengan cara bicara yang medhok. Sebenarnya ini cuma karena terbiasa bicara bahasa Jawa yang pengucapannya memang seperti ada penekanan di beberapa bagian. Tapi sayangnya, logat medhok ini akhirnya malah dijadikan penokohan karakter yang norak, kuno, dan lugu. Mereka yang medhok dijadikan bahan bercandaan atau diolok-olok karena dianggap kampungan.

Pertunjukkan ketoprak dalam kesehariannya, mereka memang bicara dalam bahasa Jawa memang terdengar medok. Apalagi bagi mereka yang nggak bisa atau nggak tahu soal bahasa tradisional ini. Tapi juga nggak sedikit yang bisa bicara dalam bahasa Indonesia tanpa ada aksen medhok sama sekali. Jadi, medhok itu cuma aksen bicara, bukan berarti orang yang medhok itu kuno atau kampungan. Nggak ada hubungannya.

2. Pakaian Beratribut Jawa
Hal lain yang juga sering ditunjukkan dalam karakter orang Jawa adalah berpakaian tradisional. Bisa pakai sorjan atau blangkon. Sorjan adalah pakaian tradisional Jawa dengan motif garis, blangkon adalah penutup kepala laki-lakinya.

Sebenarnya jarang yang setiap hari dan kemana-mana pakai sorjan atau blangkon. Kalau pakai pun biasanya cuma waktu ada acara khusus. Sehari-harinya, mereka ya memakai pakaian biasa seperti kebanyakan orang lainnya.

3. Profesi Pembantu
Karena orang Jawa sering kali digambarkan sebagai sosok yang lugu, norak dan kampungan, maka profesi mereka juga jauh dari kesan mewah atau modern. Jawa ini biasanya nggak jauh-jauh dari pekerjaan kasar sebagai pembantu atau bawahan. Profesi menjadi seorang pembantu itu juga bukan hal yang buruk. Tapi jika terus diulang di berbagai film yang berbeda, akhirnya ini malah jadi stereotipe. Padahal nggak selamanya orang Jawa itu bawahan. Yang sukses sebagai seorang pengusaha sebenarnya juga nggak sedikit.

4. Orang Jawa Itu Halus dan Lemah Lembut
Karena yang dijadikan tokoh adalah orang Jawa dari Jogja, maka karakter yang digambarkan adalah orang-orang lembah lembut dan halus. Bukan berarti orang Jawa lain tidak lemah lembut, tapi karakter setiap orang itu berbeda-beda. Penari Jawa yang lembut tidak semua orang Jawa itu terlihat seperti yang selalu digambarkan dengan cara bicara yang halus dan lemah lembut. Ada juga yang lebih lugas, tegas, dan ceplas-ceplos. Itu semua tergantung dengan lingkungan mereka masing-masing.
Penggambaran orang Jawa yang selalu sama terkadang bisa jadi stereotipe. Jawa itu luas, dan masyarakat Jawa juga macam-macam, jadi nggak bisa kalau cuma diambil satu dan langsung direpresentasikan sebagai orang Jawa secara umum. Hal ini juga berlaku buat penokohan karakter dari daerah lainnya.

2.4. Upaya Meminimalisir Stereotip Dalam Kehidupan Sosial
Dalam setiap perspektif yang ditimbulkan akan memacu yang namanya sebuah konflik, dimana menangani konflik ini, jalan terbaik yang bisa dilakukan adalah saling mentautkan hati di antara suku atau kelompok, mempererat persahabatan dengan saling mengenal lebih jauh, serta menumbuhkan kembali kesadaran bahwa setiap suku atau kelompok membawa misi kedamaian.
Jangan hanya memandang suatu kelompok atau individu dari satu sisi saja dan mengabaikan sisi lainnya yang merupakan sebuah kelengkapan dalam diri objek dan dilewatkan. Kita harus menyadari bahwa setiap individu terlahir dengan keunikan tersendiri sehingga tidak perlu disamakan dengan individu yang lain apalagi kelompok.Menumbuhkan rasa saling menghargai terhadap perbedaan pada suatu kelompok.

Maka dari itu sudah saatnya masyarakat lebih objektif dalam menerima sebuah stereotipe yang hadir di tengah kehidupan bermasyarakat. Di antaranya menanamkan rasa toleransi dalam merajut sebuah keberagaman yang dimulai sejak dini, hal ini perlu dilakukan mengingat stereotipe dapat terus-menerus dilestarikan melalui komunikasi yang beredar di kalangan masyarakat, dan dapat diturunkan ke generasi berikutnya


BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Indonesia merupakan sebuah negara yang beragam budaya dan memiliki pola interaksi komunikasi yang berbeda-beda. Hingga saat ini masih banyak ditemukan kelompok atau suku yang membatasi pilihan golongan hanya untuk berinteaksi. Berspektif berhati-hati dengan suku tertentu dengan stereotif yang tertanam. atau bahkan masih ada yang bertahan agar mengadakan berkepentingan dengan suku mereka saja.

Sehingga banyak terjadi pertentangan jika salah satu kelompok atau golongan masih menganggap itu ketidakwajaran bahkan anggapan yang digunakan tidak benar. Tak hanya alasan perbedaan adat budaya, bahkan landasan historical di antara suku pun di beberapa kasus turut memperkeruh pertentangan. Latar belakang yang membuat budaya seperti ini masih kokoh hingga sekarang adalah tak lain dari mudahnya berprasangka, sehingga menimbulkan stereotip yang terus melekat dalam pikiran mereka, yang lama kelamaan dapat saja berkembang menjadi sikap diskriminatif serta rasis.

3.2. Saran
Pandangan negatif antar suku seperti ini di awali dari bagaimana kita mindset kita terhadap suatu suku tertentu. Hal inilah yang sebaiknya dirubah agar pada hari kedepannya pertentangan yang dapat menjadi celah dari perpisahan dapat dihindari.

Daftar Pustaka
Suardiman, Siti Partini. 2014. Psikologi Sosial. Yogyakarta
http://sigitdwisaputro.blogspot.com/2013/11/diskriminasi-dalam-kehidupan-sehari-hari.html
http://zamanulakhyatamami.blogspot.com/2012/11/diskriminasi-agamarasethnis-gender.html

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com