Penuhi Kebutuhan Anda Melalui Kami

Untuk Pemesanan Silahkan Hubungi Nomer di Atas, Terjamin dan Terpercaya Sepenuhnya..

Motivasi

Akan kupersembahkan kebahagiaan buat mereka keluarga ku

Motto Hidup

Setiap saku ku pasti ada uang mu

We Are Young

Dengan berkomunikasi dan menguasai bahasa maka dunia akan kami taklukan

Faiqotul Chasna

Terimakasih support yang telah kamu berikan sejauh ini

Sunday, November 15, 2015

Contoh Wawancara Yang Tepat dan Benar

Berbicara wawancara sebagian orang mungkin masih bingung dan mungkin ada sebagian yang sudah bisa akan tetapi kurang memperhatikan syarat 5 W + 1 H. Dalam hal ini 5 W + 1H sangat diperhatikan dalam meliput sebuah berita, disini sajian contoh wawancara yang tepat sesuai dengan syarat 5 W + 1 H.

Panitia diklat PMR mengadakan kegiatan ini bertujuan mendidik dan membimbing dalam pembentukan mental dengan arahan – arahan materi yang mencakub. Keseluruhan dari pengembangan juga tidak ketinggalan dan melibatkan praktek-praktek yang dilakukan langsung di lapangan, kebun bedengan –batu.

Acara diklat PMR yang diadakan panitia  dilakukan mulai pada tanggal 22 November 2014 yang langsung dibuka oleh kepala sekolah SMA 4 Malang. Dalam kegiatan diklat ini akan berlangsung sampai siang 24 November 2014 tepatnya puku 14.00.  Acara diklat yang melibatkan sejumlah anggota- anggota PMR dari SMAN 04 Malang dan panitia penyelenggara yang berada dalam lapangan Bedengan.

Tidak lepas dari pertanyaan mengapa? Mereka melakukan diklat untuk membentuk karakter dan meresmikan peserta baru sebagai anggota PMR SMAN 04 Malang.
Acara berlangsung sesuai dengan prosedur dan apa yang diharapkan walaupun kekurangan juga menghambat di sebagian acara baik di teori dan praktek lapangan. Dalam diklat tersebut yang terpenting adalah tidak ada menjalankan atau membuat kekerasan yang membentuk mental peserta down.

Friday, November 13, 2015

Permainan Tradisonal yang Mulai Menghilang | 3


Kekean atau Gasing Kayu

Permainan yang satu ini berbeda dengan permainan penjagaan yang kita dituntut untuk menjadi individu  yang lebih berhati –hati. Gasing ini permanan tradisional yang dimainkan kalangan anak –anak hingga dewasa kala musimnya hal ini jelas berbeda dengan ambela dan cekkong yang hanya dimainkan oleh anak-anak. Permainan tradisional gasing kayu ini sangat lah menarik karena kita diajarkan kemenangan dan kesenian. Gasing atau yang akrab dikenal anak desa kekean ini mempunyai nilai jual ketiaka musim nya, nah disinalah letak sederhana dari permainan ini. Disisi lain dari segi permainan yang kita di ajarkan cara kemenangan dengan trik kita juga di ajarkan dengan sajian berbisnis. Namun pada masa nya yang sekarang, permainan yang sangat memberi kesan dan arti hanyalah tinggal pajangan didinding oleh sebagian orang yang masih mencintainya, sebagian hanyalah tinggal nama dan entah bagaimana bentuknya anak-anak sekarang tidak lah tau persis akan hal itu.
Cara membuat  permainan gasing atau kekean, yaitu ;
-          Pilih kayu yang keras dan mempunyai keseimbangan.
-          Bentuk menjadi bagian badan dan kepala kemudian haluskan.
-          Ukir untuk menambah nilai seni.
-          Ambil beberapa utas tali dan kemudian digulung dijadikan tampar atau tali anyam.
Cara permaianan gasing atau kekean, yaitu;
-          Buatlah kelompok.
-          Pilih pemimpin yang bisa dipercaya yang dapat mengatur jalan nya permainan.
-          Perwakilan satu orang dari kelompok untuk memutarkan gasing nya dipermukaan tanah.
-          Pemimpin mengasih isyarat kepada lawan untuk menandingi perwakilan kelompoknya.
-          Lawan memutarkan dan bahkan boleh mengenakan gasing yang udah duluan mutar.
-          Permainan ini juga dapat dilakukan individu dengan individu lain
Aturan permainan, yaitu;
-          Pemain pertama dan sampai giliran terakhir boleh membalas lawannya
-          Siapa gasing yang berhenti terlebih dahulu, ialah yang kalah.
-          Pemimpin boleh menentukan peraturan seperti tidak bolehnya menyentuh gasing lawan, tentu dengan kesepakatan.
-          Anggota wajib memainkan semua gasing pada awal pembukaan.
Manfaat yang dapat diambil dari permainan tradisional ini adalah, begitu banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mencari kesenangan dalam arti masih dalam konteks yang wajar. Manffat yang pertama bahwasanya kita membuat gasing itu tidak mudah, nah dari hal inilah kita dapat belajar dari hal yang sulit dan pada akhirnya kita bisa karena pengaruh dan motivasi diri. Yang kedua kita bisa menciptakan manfaat dari permainan ini seperti, kita dapat berjualan dan mendapatkan keuntungan. Bukan kah itu belajar wirausaha juga.


Permainan Tradisional yang Mulai Menghilang | 2


Cekkong

Cekkong merupakan permainan tradisional yang kerap dimainkan oleh anak-anak jaman dulu, sebab mengisi waktu luang dan mencari kebebasan kesenangan. Permainan ini didukung dengan atribut atau perlengkapan kayu panjang dan alat alat seperti kelapa dikupas yang tujuan nya untuk menumbangkan segitiga tinggi yang dibuat dari kayu. Permainan ini sekarang seperti permainan ambela yang telah tinggal nama. Cekkong pada zaman saya dulu menjadi salah satu permainan favorit yang setip waktu di mainkan oleh anak anak didesa. Namun apadaya, sekarang generasi lebih memilih permainan –permianan yang disediakan gadget. Permainan cekong ini memiliki ciri khas dan karakter sendiri yaitu sebagai wadah untuk pelampiasan ketidaksukaan pada teman, dalam permainan ini jika seseorang yang tidak disukai akan di “res” artinya akan dijadikan penjaga dan mencari teman yang bersembunyi. Karena permainan ini tidak jauh berbeda dengan ambela, yang mana melibatkan penjaga dan pemain lainnya. Pembedanya hanyalah bahan –bahan yang digunakan dan cara main nya.

Berikut cara permainan  cekkong, yaitu;
-          Pertama ialah mendirikan segitiga yang terbuat dari tiga potong kayu.
-          Membuat garis lempar yang berjarak kira kira 20 m-50 m dari cekkong nya (kayu yang di susun menjadi segitiga )
-          Setiap pemain menyediakan atau harus memiliki satu buah tongkat atau alat lainnya yang bisa menumbangkan cekkong.
-          Setiap pemain melemparkan tongkat dari cekkong kearah garis yang telah dibuat.
-          Sekarang penentuan pemain dilakukan dengan lemparan pertama yang paling jauh, ketika lemparan pertama mengenai cekkong dan cekkong tumbang maka pemain yang tongkat berada dibawahnya ialah jadi penjaganya.
-          Penjaga yang telah jadi, langsung berlarian membenarkan cekkong.
-          Pemain yang lain langsung kabur sembunyi.
-          Setelah cekkong berdiri kembali penjaga harus menemukan orang yang bersembunyi.

Aturan Permainan cekkong, yaitu;
-          Jika penjaga telah menyusun cekkong, dan ada satu orang belom dapat tempat sembunyi maka orang tersebut dinyatakan telah gugur main.
-          Jika penjaga menemukan pemain lain maka sambil menyebut nama dan bilang cekkong. Contoh : Adi, Cekkong.
-          Jika sipenjaga lengah, teman main yang masih sembunyi dapat atau boleh menumbangkan cekkong dan pemain yang di awal gugur boleh ikut sembunyi kembali.
-          Jika penjaga cekkong tidak dapat menemukan pemain yang bersembunyi, penjaga harus bilang past, maka semua pemain yang sembunyi akan menumbangkan cekkong kembali.
-          Jika penjaga sudah menemukan pemain yang sembunyi, dan pemain yang ditemukan menumbangkan cekkong baik sengaja maupun tidak sengaja makan pemain yang menumbangkan jadi penjaga dan penjaga sebelumnya boleh kabur dan bersembunyi.


Manfaat dari permainan ini adalah bagaimana kita menjaga kerajaan dan mempertahankan sedemikian rupa dari penjahat yang tiba –tiba datang tidak tahu dari mana sebab dan asalnya. Dalam permainan ini di tuntut untuk waspada dah teliti, sedikit banyak permainan dapat menimbulkan masalah atau manfaat seperti hal nya permainan cekkong ini. Efek yang biasa terjadi adalah, ketidaksengajaan saling kena lempar tongkat teman yang lain. Dapat ditarik arti bahwasanya ketika kita mempunyai siapaun yang berada di sekeliling kita sewaktu –waktu dapat membahayakan kita. Disini, dalam permainan cekkong kita dapat mengambil bahwasanya kita itu hidup harus hati –hati dalam bentuk apapun, karena sesuatu yang besar bahkan yang kecil akan terjadi tanpa kita sadari.

Permainan Tradisional yang Mulai Menghilang | 1

1.      Anbela atau Petak Umpet
Permainan tradisional ini sudah diperkenalkan sebagian besar masyarakat desa, karena segi keakraban
anak anak kecil yang begitu antusias saat berkumpul dengan teman –teman nya. Banyak sekali
permainan –permainan tradisional yang sekarang bersaing dengan media elektronik khususnya gadget.
Permainan semacam itu sudah lah sangat kuno, dan musimnya ditinggalkan. Namun prespektif seperti itu
harus di buang jauh –jauh, karena begitu penting anak-anak mengetahui permainan tradisional atau
bahhkan jika masih mau memainkan nya.Jenis permainan ini sangatlah membentuk karakter bagi anak
anak, karena permainan tradisional ini dapat sebagai pegangan peralihan dari yang dulunya permainan
itu sendiri sering dimainkan, tetapi sekarang pengaruh gadget permainan ini menjadi sejarah yang
tinggal nama.Dari segi permainan kalau anak –anak sekarang dapat merasakan, maka akan terbentuk
pola fikir yang dapat membuat anak tidak hanya terfokus akan hal nya tekhnogi atau dunia maya.
Mereka patut berkaca bahwasanya dari pengalaman atau pengetahuan sejenis permainan –permainan
tradisional akan memiliki efek yang luar biasa dalam menjalin keakraban sesama anak. Namun pada
kenyataan permainan canggih yang disajikan sekarang memang lebih banyak dan mendidik, tetapi tidak
salah jika kita sebagai orang tua atau kakak untuk mengajari atau mengingatkan permainan dari nenek
moyang kita ini.

 Cara melakukan permainan ini sangatlah mudah dan sederhana, yaitu ;
-Pertama menentukan yang jadi penjaga tiang/ bisa dengan pohon. Caranya dengan menentukan panjang pendek tangan,kalau dalam bahasa permainan nya seperti “ wo dowo seng dowo cendak dadi” artinya jika semua atau kelompok itu memanjangkan tangan dan satu orang yang memendekan tangan berarti yang memendekkan tangan lah yang harus berjaga.
- Penjaga yang tadinya kalah dalam penentuan, memejamkan mata dan menghadap ke tiang ataupun pohon.
- Penjaga menghitung sampai hitungan ke sepuluh, dua puluh, tergantung kesepakatan.
- Orang yang lainnya bebas mencari tempat sembunyi tetapi dengan batas yang di tentukan.
- Setelah hitungan berakhir, penjaga mulai mencari untuk menemukan satu persatu teman nya.
- Ketika penjaga melihat teman dari kejauhan, penjaga menyebutkan nama dan bilang ambela contoh : Rian ambela. Artinya rian telah tertangkap dan harus segera muncul dan menuju ke tiang ambela.Dan begitu seterusnya sampai kena semua.
- Jika penjaga lengah, teman yang sembunyi boleh memegang tiang atau pohon dan bilang ambela.Itu artinya yang sembunyi aman dalam pemilihan nomor berikutnya untuk menjadi penjaga.

Cara terakhir waktunya menentukan penjaga berikutnya, yaitu ;
-Penjaga yang tadinya jadi, sekarang memejamkan mata dan menghadap tiang atau pohon lagi.
- Penjaga menyebutkan nomor sesuka hatinya.
-Teman-teman yang dibelakang penjaga, dalam keadaan baris dan sesuai nomor yang disebutkan penjaga maka teman yang menjadi penjaga selanjutnya. Begitu dan seterusnya.

Manfaat permainan ambela atau jitung ini sendiri ialah, meningkatkan solidaritas sesama teman. Dan yang paling di tanam kan dalam permainan tradisional ini adalah, bagaimana cara kita mencari sesuatu yang menghilang dan menemukan hal hal yang baru. Dpat pula manfaat yang selanjutnya adalah bagaimana kita bisa belajar mempertanggung jawabkan dan menjaga apa yang kita miliki, sebelum di ambil orang lain. Kita di tuntut waspada dalam permainan ini, agar tiang kita tidak disentuh lawan dan lawan mengatakan ambela. Artinya kita harus teliti dan waspada menjaga apa yang harus kita jaga dlam kehidupan ini.



luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com